• Selamat Datang di Graha Vidya Satya ==> Portal Web Perpustakaan SMP Negeri 3 Surabaya " Buka Buku Buka Dunia"!.
Thursday, 30 April 2026

Gender

Gender
Bagikan

Gendèr (IPA: gəndɛr) adalah alat musik pukul logam (metalofon) yang menjadi bagian dari perangkat gamelan Jawa dan Bali.[1] Alat ini memiliki 10 sampai 14 bilah logam (kuningan) bernada yang diikat menggunakan tali (pluntur) di atas rancakan yang dilengkapi resonator tabung,[2] dan ditabuh menggunakan pemukul berbentuk bundaran berbilah dari kayu (Bali) atau kayu berlapis kain (Jawa).[3][4][5]

Jenis

Gendèr dapat memiliki laras slendro maupun pelog, dan menurut fungsinya terbagi menjadi tiga yaitu gendèr barung, gendèr panerus, dan slenthem. Gendèr masih berkerabat dengan alat musik gamelan Baligangsa.[6][5]

Gendèr barung merupakan jenis gendèr yang paling besar dengan nada rendah-menengah. Gendèr ini merupakan alat musik utama dalam gamelan serta memainkan pola semi-improvisasi yang disebut cengkok, yang umumnya menguraikan seleh. Saat dimainkan di awal permainan gamelan, gendèr digunakan untuk menetapkan pathet dari suatu gendhing yang akan dimainkan. Beberapa gendhing menggunakan buka gendèr barung alih-alih menggunakan bonang barung, sehingga sering disebut gendhing gendèran. Dalam pertunjukan wayang, gendèr hampir selalu dimainkan setiap pementasan.[3][7]

Gendèr panerus merupakan jenis gendèr yang lebih kecil daripada gendèr barung memainkan satu oktaf lebih tinggi, kurang polifonis, dan tabuhannya hanya mengikuti gendèr barung.[8]

Slenthem, yang juga disebut sebagai gendèr panembung, masih termasuk dalam keluarga gendèr, tetapi fungsinya memainkan balungan mengikuti tabuhan saron.[9][10]

Referensi

  1.  “Gender Pukul Logam”. Diakses tanggal 2026-02-02.
  2.  Soedjiono, S. (1995). Album alat musik tradisional. hlm.4 Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  3.  Sumarsam 1995, hlm. 246.
  4.  Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
  5.  Soedjiono, S. (1995). Album alat musik tradisional. hlm.41 Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  6.  Sykes 2017, hlm. 247.
  7.  A, Rifda. “Asal, Contoh Alat Musik Gamelan & Cara Memainkannya”. Diakses tanggal 2026-02-03.
  8.  Benamou 2010, hlm. 236.
  9.  Karahinan 1991, hlm. 24.
  10.  Sugita, Nabila Meidy. “17 Instrumen dalam Gamelan Jawa”detikjatim. Diakses tanggal 2026-02-03.

Daftar pustaka

SebelumnyaSlenthemSesudahnyaEksperimen Sederhana
No Comments

Tulis komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tahun Berdiri1953