• Selamat Datang di Graha Vidya Satya ==> Portal Web Perpustakaan SMP Negeri 3 Surabaya " Buka Buku Buka Dunia"!.
Thursday, 30 April 2026

Cabombaceae

Cabombaceae
Bagikan

Cabombaceae adalah keluarga tumbuhan berbunga terna akuatik. Nama umum untuk spesiesnya adalah “perisai air”.[3] Keluarga ini diakui berbeda dalam Sistem klasifikasi APG IV (2016). Famili ini terdiri dari dua genus tumbuhan air yang masih ada, yakni Brasenia dan Cabomba, yang berjumlah enam spesies.[4]

Semua anggota cabombaceae adalah tumbuhan akuatik, hidup di perairan yang tenang atau bergerak lambat di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia yang beriklim sedang dan tropis. Meskipun ditemukan di semua benua kecuali Antartika, tumbuhan ini cenderung tumbuh dalam wilayah yang relatif terbatas.[5]

Keluarga ini memiliki catatan fosil yang luas dari Zaman Kapur dengan tumbuhan yang menunjukkan kesamaan dengan Cabombaceae atau Nymphaeaceae yang terdapat pada Zaman Kapur Awal.[5] Salah satu kemungkinan anggota zaman Kapur adalah genus Pluricarpellatia yang ditemukan di bebatuan berusia 115 juta tahun di tempat yang sekarang disebut Brasil.[2]

Sistem klasifikasi APG I tahun 1998 memasukkan famili ini ke dalam famili Nymphaeaceae, begitu pula pada sistem klasifikasi APG II tahun 2003 (opsional). Sistem klasifikasi APG III dan APG IV memisahkan famili ini dari famili Nymphaeaceae.[6][7][8] Keluarga ini merupakan bagian dari ordo Nymphaeales, yang merupakan salah satu garis keturunan tumbuhan berbunga paling dasar.

Referensi

  1.  Angiosperm Phylogeny Group (2009), “An update of the Angiosperm Phylogeny Group classification for the orders and families of flowering plants: APG III”, Botanical Journal of the Linnean Society161 (2): 105–121, doi:10.1111/j.1095-8339.2009.00996.x
  2.  Stevens, Peter F. “Cabombaceae”APWeb. Diakses tanggal 2013-12-01.
  3.  Watson, L.; Dallwitz, M. J. “The families of flowering plants, Cabombaceae”. Diakses tanggal 2012-12-01.
  4.  Brgaard, Marian (1991). “The genus Cabomba (Cabombaceae) – a taxonomic study”. Nordic Journal of Botany11 (2): 179–203. doi:10.1111/j.1756-1051.1991.tb01819.x.
  5.  Friis, Else MarieCrane, Peter R.; Pederses, Kaj Raunsgaard (2011). Early Flowers and Angiosperm EvolutionCambridge University Press. 9781139123921.
  6.  Iles, W.J.D.; Lee, C.; Sokoloff, D.D.; Remizowa, M.V.; Yadav, S.R.; Barrett, M.D.; Barrett, R.L.; Macfarlane, T.D.; Rudall, P.J.; Graham, S.W. (2014). “Reconstructing the age and historical biogeography of the ancient flowering-plant family Hydatellaceae (Nymphaeales)”BMC Evolutionary Biology14 (1): 102. doi:10.1186/1471-2148-14-102PMC 4030046PMID 24884487.
  7.  Saarela, J.M.; Rai, H.; Doyle, J.; Endress, P.; Mathews, S.; Marchant, A.; Briggs, B.; Graham, S. (2007). “Hydatellaceae identified as a new branch near the base of the angiosperm phylogenetic tree”Nature446 (7133): 312–315. Bibcode:2007Natur.446..312Sdoi:10.1038/nature05612PMID 17361182S2CID 4415881.
  8.  Angiosperm Phylogeny Group (2016). “An update of the Angiosperm Phylogeny Group classification for the orders and families of flowering plants: APG IV”Botanical Journal of the Linnean Society181 (1): 1–20. doi:10.1111/boj.12385ISSN 0024-4074
SebelumnyaSirih Gading (Emas)SesudahnyaTeh-tehan (tumbuhan)
No Comments

Tulis komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tahun Berdiri1953