{"id":7042,"date":"2026-04-30T01:09:18","date_gmt":"2026-04-30T01:09:18","guid":{"rendered":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/?p=7042"},"modified":"2026-04-30T01:09:18","modified_gmt":"2026-04-30T01:09:18","slug":"ekosistem-buatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/?p=7042","title":{"rendered":"Ekosistem buatan"},"content":{"rendered":"\n<p id=\"mwBg\"><strong>Akuaskap<\/strong><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuaskap#cite_note-1\">[1]<\/a><\/sup>&nbsp;(<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bahasa_Inggris\">bahasa Inggris<\/a>:&nbsp;<em>aquascape<\/em>) adalah seni mengatur tanaman, air, batu, karang, kayu, dan yang lainnya di dalam media kaca atau akrilik. Biasanya akuaskap berbentuk kotak kaca maupun bentuk lainnya yang serupa&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuarium\">akuarium<\/a>. Akuaskap tidak hanya memelihara ikan tapi juga memelihara semua komponen yang ada di dalam akuarium, dengan berbagai pendekatan dan ketelitian.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuaskap#cite_note-2\">[2]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwEw\">Akuaskap juga digolongkan pada jenis hobi, memelihara&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ekosistem_air_tawar\">ekosistem air tawar<\/a>&nbsp;pada media&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuarium\">akuarium<\/a>. Memelihara ekosistem air tawar pada akuarium dikenal dengan istilah aquascape sedangkan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ekosistem_laut\">ekosistem<\/a>&nbsp;air laut disebut&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Oceanirum?action=edit&amp;redlink=1\">oceanirum<\/a>. Akuaskap bermula pada tahun 1369, ide seorang kaisar China membuatkan wadah untuk memelihara ikan hias.<sup>[<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Wikipedia:Kutip_sumber_tulisan\">butuh rujukan<\/a><\/em>]<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwGg\">Berbeda dengan akuarium biasa, objek-objek dalam akuaskap ditata sedemikian rupa sehingga membentuk satu keindahan. Objek yang biasanya digunakan dalam akuaskap meliputi bebatuan, karang, kayu, dan ornamen lainnya. Sehingga tidak hanya fokus merawat ikan saja, melainkan juga seluruh objek dalam akuarium.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Gaya_Aquascape\">Gaya Aquascape<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"mwHA\">Ada beberapa gaya akuaskap yang memiliki konsep unik dan memiliki ciri khas masing-masing, diantaranya:<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuaskap#cite_note-3\">[3]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<ol id=\"mwIQ\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Gaya Iwagumi<\/li>\n\n\n\n<li>Gaya Belanda<\/li>\n\n\n\n<li>Gaya Taiwan<\/li>\n\n\n\n<li>Gaya Collectoris<\/li>\n\n\n\n<li>Gaya Alami<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Referensi\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<ol id=\"mwKA\" class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuaskap#cite_ref-1\"><\/a>\u00a0<a href=\"https:\/\/kbbi.kemendikdasmen.go.id\/entri\/akuaskap\">&#8220;Arti kata akuaskap&#8221;<\/a>.\u00a0<em>Kamus Besar Bahasa Indonesia<\/em>.\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Badan_Pengembangan_dan_Pembinaan_Bahasa\">Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kementerian_Pendidikan_Dasar_dan_Menengah_Republik_Indonesia\">Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuaskap#cite_ref-2\"><\/a>\u00a0Nugroho, Wahyu Setiawan (6 Desember 2017).\u00a0<a href=\"https:\/\/jogja.tribunnews.com\/2017\/12\/06\/mengenal-apa-itu-aquascape-ternyata-berbeda-dengan-akuarium\">&#8220;Mengenal Apa Itu Aquascape&#8221;<\/a>.\u00a0<em>Tribun News Jogja<\/em>. Diakses tanggal\u00a010 Oktober\u00a02020.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Akuaskap#cite_ref-3\"><\/a>\u00a0Natasha, Bernandine (2021-03-05).\u00a0<a href=\"https:\/\/www.popmama.com\/life\/home-and-living\/bernadine\/gaya-aquascape-untuk-pemula\">&#8220;5 Gaya Aquascape untuk Pecinta Tanaman Air&#8221;<\/a>.\u00a0<em>POPMAMA.com<\/em>. Diakses tanggal\u00a02022-08-20.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akuaskap[1]&nbsp;(bahasa Inggris:&nbsp;aquascape) adalah seni mengatur tanaman, air, batu, karang, kayu, dan yang lainnya di dalam media kaca atau akrilik. Biasanya akuaskap berbentuk kotak kaca maupun bentuk lainnya yang serupa&nbsp;akuarium. Akuaskap tidak hanya memelihara ikan tapi juga memelihara semua komponen yang ada di dalam akuarium, dengan berbagai pendekatan dan ketelitian.[2] Akuaskap juga digolongkan pada jenis hobi, memelihara&nbsp;ekosistem air tawar&nbsp;pada media&nbsp;akuarium. Memelihara ekosistem air tawar pada akuarium dikenal dengan istilah aquascape sedangkan&nbsp;ekosistem&nbsp;air laut disebut&nbsp;oceanirum. Akuaskap bermula pada tahun 1369, ide seorang kaisar China membuatkan wadah untuk memelihara ikan hias.[butuh rujukan] Berbeda dengan akuarium biasa, objek-objek dalam akuaskap ditata sedemikian rupa sehingga membentuk satu keindahan. Objek yang biasanya digunakan dalam akuaskap meliputi bebatuan, karang, kayu, dan ornamen lainnya. Sehingga tidak hanya fokus merawat ikan saja, melainkan juga seluruh objek dalam akuarium. Gaya Aquascape Ada beberapa gaya akuaskap yang memiliki konsep unik dan memiliki ciri khas masing-masing, diantaranya:[3] Referensi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7043,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7042","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7042"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7042\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7044,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7042\/revisions\/7044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7043"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7042"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7042"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}