{"id":7035,"date":"2026-04-30T00:46:56","date_gmt":"2026-04-30T00:46:56","guid":{"rendered":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/?p=7035"},"modified":"2026-04-30T00:46:56","modified_gmt":"2026-04-30T00:46:56","slug":"lele","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/?p=7035","title":{"rendered":"Lele"},"content":{"rendered":"\n<p id=\"mwBg\"><strong>Lele<\/strong>, atau ikan&nbsp;<strong>keli<\/strong>, adalah suatu keluarga&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ikan\">ikan<\/a>&nbsp;yang hidup di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Air_tawar\">air tawar<\/a>. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki dua kumis panjang yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak jika dimasak dan biasanya digoreng atau dibakar.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-1\">[1]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Nama-nama_lele_di_Nusantara\">Nama-nama lele di Nusantara<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"mwEQ\">Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Spesies\">spesies<\/a>. Jadi, tidak mengherankan apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah, seperti ikan limbek (Sumatera Barat), ikan kalang (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sumatera_Barat\">Sumatera Selatan<\/a>), ikan maut (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gayo\">Gayo<\/a>), ikan seungko (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Aceh\">Aceh<\/a>), ikan sibakut (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Karo\">Karo<\/a>), ikan pintet (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kalimantan_Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>), ikan keling (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Makassar\">Makassar<\/a>), ikan cepi (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sulawesi_Selatan\">Sulawesi Selatan<\/a>), siyongan (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Madura\">Madura<\/a>), ikan lele atau lindi (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jawa_Tengah\">Jawa Tengah<\/a>) atau ikan keli (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Malaysia\">Malaysia<\/a>), ikan &#8216;keli&#8217; untuk lele yang tidak berpatil, sedangkan disebut &#8216;penang&#8217; untuk yang memiliki patil (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kalimantan_Timur\">Kalimantan Timur<\/a>).<\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwHg\">Di negara lain, lele pun dikenal dengan nama yang beragam, seperti&nbsp;<em>mali<\/em>&nbsp;(<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Afrika\">Afrika<\/a>),&nbsp;<em>pla mond<\/em>&nbsp;(<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Thailand\">Thailand<\/a>), gura magura (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sri_Lanka\">Sri Lanka<\/a>), dan \u9c87\u5f62\u76ee (<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tiongkok\">Tiongkok<\/a>). Dalam bahasa Inggris, lele disebut dengan&nbsp;<em>airbreathing catfish<\/em>,&nbsp;<em>siluroid<\/em>,&nbsp;<em>mudfish<\/em>, dan&nbsp;<em>walking catfish<\/em>. Nama ilmiahnya,&nbsp;<em><strong>Clariidae<\/strong><\/em>, berasal dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bahasa_Yunani\">bahasa Yunani<\/a>&nbsp;<em>chlaros<\/em>&nbsp;yang berarti \u2018lincah\u2019 dan \u2018kuat\u2019, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-fishbase-2\">[2]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Deskripsi\">Deskripsi<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"mwMg\">Ikan-ikan keluarga&nbsp;<em>Clariidae<\/em>&nbsp;dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Anus\">anus<\/a>&nbsp;yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor. Lele memiliki tubuh yang lonjong seperti torpedo atau sangat panjang seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sidat\">sidat<\/a>&nbsp;pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mata\">mata<\/a>&nbsp;yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (<em>barbels<\/em>) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Beberapa spesies lele tidak bisa melihat.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Nelson-3\">[3]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwPA\">Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya yang memungkinkan sebagin lele bertahan di darat.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Nelson-3\">[3]<\/a><\/sup>&nbsp;Terdapat sepasang&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Patil?action=edit&amp;redlink=1\">patil<\/a>, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan,bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Lim-4\">[4]<\/a><\/sup><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Ng2003-5\">[5]<\/a><\/sup><sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Sudarto-6\">[6]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Habitat_dan_perilaku\">Habitat dan perilaku<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"mwTw\">Lele tidak pernah ditemukan di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Air_payau\">air payau<\/a>&nbsp;atau&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Air_asin\">air asin<\/a>, kecuali&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele_laut\">lele laut<\/a>&nbsp;(manyung) yang tergolong dalam keluarga yang berbeda yaitu,&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ariidae\">Ariidae<\/a><\/em>.&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Habitat\">Habitatnya<\/a>&nbsp;di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, dan sawah yang tergenang air. Bahkan, ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, seperti di got-got dan selokan pembuangan.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-7\">[7]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwWg\">Ikan lele bersifat&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nokturnal\">nokturnal<\/a>, yaitu aktif di malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-8\">[8]<\/a><\/sup>&nbsp;Di alam, ikan lele memijah pada&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Musim_penghujan\">musim penghujan<\/a>. Walaupun umumnya lele lebih kecil daripada gurami, ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1,5-1,7 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 50&nbsp;kg, contohnya lele marga&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Dinotopterus\">Dinotopterus<\/a><\/em>&nbsp;dari Afrika.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-9\">[9]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Kegunaan\">Kegunaan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\" id=\"mwaQ\"><a class=\"mw-file-description\" href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Berkas:Clarias_garie_080516_9146_tdp.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"250\" height=\"174\" src=\"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/250px-Clarias_garie_080516_9146_tdp.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7037\"\/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Lele dumbo<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p id=\"mwbQ\">Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, tetapi kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam.&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele_dumbo\">Lele dumbo<\/a>&nbsp;yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (di<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Introduksi\">introduksi<\/a>) dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Afrika\">Afrika<\/a>.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-10\">[10]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwdQ\">Lele dikembangbiakkan di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\">Indonesia<\/a>&nbsp;untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Sering kali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus di<em>berok<\/em>&nbsp;terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok maksudnya adalah dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkan saluran pencernaannya.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-11\">[11]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwfA\">Kadang kala lele juga ditaruh di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sawah\">sawah<\/a>&nbsp;karena memakan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hama\">hama-hama<\/a>&nbsp;yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nyamuk\">nyamuk<\/a>.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-12\">[12]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"Sebagai_makanan\">Sebagai makanan<\/h3>\n\n\n\n<p id=\"mwhQ\">Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Perikanan_tangkap\">ditangkap<\/a>&nbsp;maupun&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Budi_daya_ikan\">dibudidayakan<\/a>. Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, sementara pihak ada yang menilainya memiliki rasa yang luar biasa, tetapi ada juga yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Baker-13\">[13]<\/a><\/sup>&nbsp;Ikan lele dimasak dengan berbagai cara. Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ikan_mas\">ikan mas<\/a>, tetapi di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Baker-13\">[13]<\/a><\/sup>&nbsp;Di Indonesia, pengolahan daging lele yang paling populer adalah dengan di<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Goreng\">goreng<\/a>, dan disajikan sebagai&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pecel_lele\">pecel lele<\/a>,<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-14\">[14]<\/a><\/sup>&nbsp;yang sejatinya adalah menyajikan lele dengan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sambal\">sambal<\/a>. Bentuk lain dari sambal dengan lele adalah&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pecak_ikan?action=edit&amp;redlink=1\">pecak lele<\/a>&nbsp;yang merupakan makanan khas Betawi.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-15\">[15]<\/a><\/sup>&nbsp;Sementara itu, di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, cara pengolahan yang populer adalah dengan dimasak&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mangut?action=edit&amp;redlink=1\">mangut<\/a>&nbsp;(<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mangut_lele\">mangut lele<\/a>).<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-16\">[16]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p id=\"mwow\">Ikan lele mengandung Vitamin D yang cukup tinggi.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-FactD-17\">[17]<\/a><\/sup>&nbsp;Ikan lele hasil budi daya mengandung&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asam_lemak_omega-3\">asam lemak omega-3<\/a>&nbsp;yang rendah tetapi memiliki&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asam_lemak_omega-6\">asam lemak omega-6<\/a>&nbsp;yang tinggi.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-18\">[18]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Produksi_di_Indonesia\">Produksi di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"mwrw\">Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-19\">[19]<\/a><\/sup>&nbsp;Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-20\">[20]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Tahun<\/th><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Jumlah produksi dalam ton<\/th><\/tr><tr><td>2004<\/td><td>51.271<\/td><\/tr><tr><td>2005<\/td><td>69.386<\/td><\/tr><tr><td>2006<\/td><td>77.272<\/td><\/tr><tr><td>2007<\/td><td>91.735<\/td><\/tr><tr><td>2008<\/td><td>108.200<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Jenis-jenis_lele_dan_penyebarannya\">Jenis-jenis lele dan penyebarannya<\/h2>\n\n\n\n<p id=\"mw1A\">Ada sekitar 55\u201360 spesies anggota marga&nbsp;<em>Clarias<\/em>, 16 spesies anggota marga&nbsp;<em>Clariallabes<\/em>, 8 spesies anggota marga&nbsp;<em>Bathyclarias<\/em>, dan 7 spesies marga&nbsp;<em>Encheloclarias.<\/em>&nbsp;Dari jumlah itu, di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asia_Tenggara\">Asia Tenggara<\/a>&nbsp;kini diketahui sekitar 20 spesies lele, kebanyakan di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-22\">[22]<\/a><\/sup>&nbsp;Berikut ini adalah daftar spesies menurut Ferraris, 2007.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Ferraris-23\">[23]<\/a><\/sup><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_agboyiensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias agboyiensis<\/a><\/em>&nbsp;Sydenham, 1980. Menyebar di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Afrika\">Afrika<\/a>&nbsp;Barat, dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ghana\">Ghana<\/a>&nbsp;hingga&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nigeria\">Nigeria<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_albopunctatus?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias albopunctatus<\/a><\/em>&nbsp;Nichols &amp; La Monte, 1953. Menyebar di Danau Chad,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sungai_Kongo\">Sungai Kongo<\/a>&nbsp;bagian tengah dan Sungai Benue, Afrika<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_alluaudi?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias alluaudi<\/a><\/em>&nbsp;Boulenger, 1906. Afrika (Danau-danau Victoria, Kyoga, Edward, Rukwa dan Tanganyika)<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_anfractus?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias anfractus<\/a><\/em>&nbsp;Ng, 1999.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Ng1999-24\">[24]<\/a><\/sup>&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Endemik\">Endemik<\/a>&nbsp;di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sabah\">Sabah<\/a>: di sekitar Sungai Segama dan Sungai Kalabakan.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_angolensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias angolensis<\/a><\/em>&nbsp;Steindachner, 1866. Bagian tengah dan hilir Sungai Kongo.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_anguillaris?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias anguillaris<\/a><\/em>&nbsp;(Linnaeus, 1758). Afrika:&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nigeria\">Nigeria<\/a>, Benoue,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Zambia\">Zambia<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Senegal\">Senegal<\/a>&nbsp;bawah serta bagian tengah dan hilir Sungai&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Nil\">Nil<\/a>;&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Chad\">Chad<\/a>; sungai-sungai di pesisir&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Benin\">Benin<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Togo\">Togo<\/a>, Ghana dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pantai_Gading\">Pantai Gading<\/a>; dan populasi terpencil di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mauritania\">Mauritania<\/a>&nbsp;dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Aljazair\">Aljazair<\/a>&nbsp;selatan.<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Berkas:Clarias_batra_060702_2571_jtgno_ed_resize.jpg\"><\/a><em>Clarias batrachus<\/em><em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_batrachus\">Clarias batrachus<\/a><\/em>&nbsp;(Linnaeus, 1758).&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele_kampung\">Lele kampung<\/a>. Menyebar di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asia_Selatan\">Asia Selatan<\/a>&nbsp;dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asia_Tenggara\">Asia Tenggara<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_batu?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias batu<\/a><\/em>&nbsp;Lim &amp; Ng, 1999.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Lim-4\">[4]<\/a><\/sup>&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele_batu?action=edit&amp;redlink=1\">Lele batu<\/a>. Endemik di Pulau Tioman,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Malaysia\">Malaysia<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_brachysoma?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias brachysoma<\/a><\/em>&nbsp;G\u00fcnther, 1864. Endemik di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Srilanka\">Srilanka<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_buettikoferi?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias buettikoferi<\/a><\/em>&nbsp;Steindachner, 1894. Afrika: Sungai Comoe, Pantai Gading, hingga Guinea Bissau.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_buthupogon?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias buthupogon<\/a><\/em>&nbsp;Sauvage, 1879. Afrika: Sungai-sungai pesisir, dari Nigeria hingga sistem Sungai Kongo.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_camerunensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias camerunensis<\/a><\/em>&nbsp;L\u00f6nnberg, 1895. Afrika: Sungai-sungai pesisir Togo, hingga sistem Sungai Kongo tengah dan hilir.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_cataractus?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias cataractus<\/a><\/em>&nbsp;(Fowler, 1939).&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Thailand\">Thailand<\/a>, di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Semenanjung_Malaya\">Semenanjung Malaya<\/a>, dan mungkin juga&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kamboja\">Kamboja<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_cavernicola?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias cavernicola<\/a><\/em>&nbsp;Trewavas, 1936.&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele_gua_Afrika?action=edit&amp;redlink=1\">Lele gua Afrika<\/a>&nbsp;Gua-gua di Afrika barat daya.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_dayi?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias dayi<\/a><\/em>&nbsp;Hora, 1936. Terbatas di sekitar Tamil Nadu, India.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_dhonti?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias dhonti<\/a><\/em>&nbsp;(Boulenger, 1920). Terbatas di Sungai Niemba,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Republik_Demokratik_Kongo\">Republik Demokratik Kongo<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_dialonensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias dialonensis<\/a><\/em>&nbsp;Daget, 1962. Afrika: Guinea, dan sungai-sungai di pesisir&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sierra_Leone\">Sierra Leone<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_dumerilii?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias dumerilii<\/a><\/em>&nbsp;Steindachner, 1866. Afrika: hulu dan bagian tengah sistem Sungai Kongo dan Luapula.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_dussumieri?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias dussumieri<\/a><\/em>&nbsp;Valenciennes, 1840. Asia Selatan.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_ebriensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias ebriensis<\/a><\/em>&nbsp;Pellegrin, 1920. Afrika: Sungai-sungai pesisir dan laguna di Nigeria hingga Pantai Gading.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_engelseni?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias engelseni<\/a><\/em>&nbsp;(Johnsen, 1926). Afrika:&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sudan\">Sudan<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_falconeri?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias falconeri<\/a><\/em>&nbsp;Lydekker, 1886. India (telah&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Punah\">punah<\/a>).<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_fuscus?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias fuscus<\/a><\/em>&nbsp;(La Cep\u00e8de, 1803). Asia:&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jepang\">Jepang<\/a>;&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Taiwan\">Taiwan<\/a>, dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Cina\">Cina<\/a>&nbsp;selatan;&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Laos\">Laos<\/a>&nbsp;timur laut, serta Vietnam utara.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_gabonensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias gabonensis<\/a><\/em>&nbsp;G\u00fcnther, 1867. Afrika: sistem Sungai Kongo tengah dan hilir.<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Berkas:Clarias_060408_4776_tdp_ed.jpg\"><\/a>Lele dumbo yang masih kecil<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_gariepinus\">Clarias gariepinus<\/a><\/em>&nbsp;(Burchell, 1822).&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele_dumbo\">Lele dumbo<\/a>. Menyebar luas di Afrika dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Asia_Kecil\">Asia Kecil<\/a>, kini diternakkan di Asia Tenggara, termasuk di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\">Indonesia<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_hilli?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias hilli<\/a><\/em>&nbsp;Fowler, 1936. Afrika: sistem Sungai Kongo bagian tengah dan Danau Albert.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_insolitus?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias insolitus<\/a><\/em>&nbsp;Ng, 2003.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Ng2003-5\">[5]<\/a><\/sup>&nbsp;Endemik di aliran&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sungai_Barito\">Sungai Barito<\/a>,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kalimantan\">Kalimantan<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_intermedius\">Clarias intermedius<\/a><\/em>&nbsp;Teugels, Sudarto &amp; Pouyaud, 2001.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Teugels-25\">[25]<\/a><\/sup>&nbsp;Endemik di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kalimantan_Tengah\">Kalimantan Tengah<\/a>, di antara&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sampit\">Sampit<\/a>&nbsp;dengan Sungai Barito.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_jaensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias jaensis<\/a><\/em>&nbsp;Boulenger, 1909. Afrika: Nigeria tenggara,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kamerun\">Kamerun<\/a>&nbsp;selatan dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gabon\">Gabon<\/a>.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_kapuasensis?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias kapuasensis<\/a><\/em>&nbsp;Sudarto, Teugels &amp; Pouyaud, 2003.<sup><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lele#cite_note-Darto-26\">[26]<\/a><\/sup>&nbsp;Endemik di&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kalimantan_Barat\">Kalimantan Barat<\/a>, di sekitar aliran&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sungai_Melawi\">Sungai Melawi<\/a>&nbsp;dan Kapuas.<em><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Clarias_laeviceps?action=edit&amp;redlink=1\">Clarias laeviceps<\/a><\/em>&nbsp;Gill, 1862. Afrika: dari Sungai Saint Pauls,&nbsp;<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Liberia\">Liberia<\/a>, hingga sistem Sungai Volta, Ghana.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lele, atau ikan&nbsp;keli, adalah suatu keluarga&nbsp;ikan&nbsp;yang hidup di&nbsp;air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki dua kumis panjang yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak jika dimasak dan biasanya digoreng atau dibakar.[1] Nama-nama lele di Nusantara Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak&nbsp;spesies. Jadi, tidak mengherankan apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah, seperti ikan limbek (Sumatera Barat), ikan kalang (Sumatera Selatan), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), siyongan (Madura), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan &#8216;keli&#8217; untuk lele yang tidak berpatil, sedangkan disebut &#8216;penang&#8217; untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur). Di negara lain, lele pun dikenal dengan nama yang beragam, seperti&nbsp;mali&nbsp;(Afrika),&nbsp;pla mond&nbsp;(Thailand), gura magura (Sri Lanka), dan \u9c87\u5f62\u76ee (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris, lele disebut dengan&nbsp;airbreathing catfish,&nbsp;siluroid,&nbsp;mudfish, dan&nbsp;walking catfish. Nama ilmiahnya,&nbsp;Clariidae, berasal dari&nbsp;bahasa Yunani&nbsp;chlaros&nbsp;yang berarti \u2018lincah\u2019 dan \u2018kuat\u2019, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.[2] Deskripsi Ikan-ikan keluarga&nbsp;Clariidae&nbsp;dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip&nbsp;anus&nbsp;yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor. Lele memiliki tubuh yang lonjong seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7036,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7038,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7035\/revisions\/7038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpus.smpn3sby.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}