Graha Vidya Satya E-Book

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Batu penyu faut pen the stone turtle
Penanda Bagikan

E-Book

Batu penyu faut pen the stone turtle

Ohoiwutun, Ida - Nama Orang;

Dahulu kala, ada cerita tentang seorang nenek yang hidup di suatu kampung di Pulau Kei Kecil. Nenek itu hidup sendiri. Tidak ada kerabatnya di kampung itu. Setiap hari nenek itu menanam apa saja di kebunnya. Di sekitar rumah nenek itu, hidup pula keluarga-keluarga lain yang juga bekerja di ladang. Selain bertani, masyarakat di kampung itu kadang ke laut untuk mencari ikan. Suatu ketika, para lelaki hendak ke laut. Seluruh wanita mempersiapkan bekal untuk suami dan anak-anak mereka yang akan melaut. Tak terkecuali nenek ini. Tibalah para lelaki di kampung itu kembali dengan hasil tangkapan yang luar biasa banyaknya. Namun, yang paling menarik perhatian adalah hasil tangkapan berupa seekor penyu yang besar. Atas saran kepala kampung, penyu itu akan dipotong dan dibagikan kepada seluruh warga kampong dengan ukuran yang sama. Nenek juga mendapat bagian dari hasil tangkapan itu. Tetapi, potongan penyu yang diberikan kepada nenek hanya sebagian kecil dan berupa tulang-belulang. Orang kampung menganggap nenek itu tidak memerlukan bagian yang banyak karena hanya hidup seorang diri. Karena mendapat bagian yang kecil, nenek menjadi sangat sakit hati. Dengan geram dan marah, nenek itu berjalan ke tepi pantai. Di sana, ia berteriak menyumpahi seluruh warga kampung yang menyakitinya. Tiba-tiba, kampung tersebut yang dulunya rata, berubah menjadi gundukan tanah yang tinggi. Seluruh warga kampung terkubur di dalamnya Anehnya, gundukan tanah itu bentuknya mirip dengan cangkang penyu. Sampai sekarang, tempat tersebut dinamakan gunung Batu Penyu.Tempat tersebut berada di antara kampung Ngayub dan Ohoiluk, di Pulau Kei Kecil.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Ambon : Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Ambon., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-5817-04-0
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Batu penyu faut pen the stone turtle
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Graha Vidya Satya E-Book
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?